Dayung-Dayung & Kemeriahan Sumbar Film Festival 2016
- Aug 2, 2016
- 2 min read

PADANG, HALUAN — Banyak cara dapat dilakukan untuk melestarikan dan memperkenalkan budaya minangkabau pada masyarakat, salah satunya dengan film. melalui film festival 2016, masyarakat dapat melihat tradisi dan budaya yang ada di minangkabau yang tentunya perlu dilestarikan untuk generasi penerus.
kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sumbar Burhasman Boer mengatakan, bahwa film festival merupakan ajang lomba kreasi pelaku insan seni yang harus dikembangkan dan sekaligus dirangkul keberadaannya untuk mengangkat wajah perfilman lokal. baik itu dalam bentuk cerita atau dalam bentuk film documenter ranah minang. dengan adanya film festival ini ia berharap, pengarapan film lokal oleh anak bangsa tidak hanya sebatas cerita kekinian tapi juga tidak terlepas dari tata budaya minang yang mengekspos daerah yang menjadi daerah tujuan wisata baru di Sumbar.
“Karena Sumbar kaya akan seni dan budaya serta kekayaan alamnya yang menarik bagi wisatawan yang datang, sehingga melalui film maka orang akan banyak mengenal ranahminang yang kita cintai ini. harapan saya juga film-film lokal ini bisa berbicara di tingkat nasional,” ungkapnya, Sabtu (31/7) saat menghadiri pengumuman sekaligus penyerahan penghargaan film festival 2016, di Rocky Hotel Padang.
Grup Musik Dayung-Dayung saat itu diundang sebagai bintang tamu & pengisi acara musikalisasi puisi. Satu demi satu lagu ditampilkan diantaranya lagu Bulan dan Gerimis, Kau diam Merapi Singgalangku, dll. Penampilan Grup Musik Dayung-Dayung saat itu mendapat pujian dari berbagai pihak dan membuat suasana acara tersebut menjadi semakin meriah. Bukan hanya Dayung-Dayung namun berbagai sanggar kesenian juga turut memeriahkan Sumbar Film Festival.
Pada acara tersebut, para tamu juga disdiakan tempat untuk menonton gratis berbagai film karya anak bangsa. Disediakan layar besar bagi penikmat film untuk bisa menonton film-film yang telah amsuk dalam nominasi, pemutaran film dimulai dari pukul 09.00 hingga 15.20 WIB dan terbuka untuk umum tanpa dipungut biaya apapun. Di sudut ruangan juga tampak disediakan makanan kecil untuk penonton, sambil menikmati film dengan judul diantaranya sahabat dan cinta, harato, penyesalan, cinto yang dibateh adaik, siti padan, rumah mintuo, anak titipan surge, nyanyian tanah ombak, luka kilo, dan perkampungan adat sijunjung.
Setelah pemutaran fil dilaksanakan, juri yang diketuai oleh Ray Sahetapi serta Nico Sulfido, Hani S, Putra dll sebelum pengumuman pemenang Ray sedikit memberikan pantun dan semangat bagi para pelaku penggarapan film di acara film festival tersebut. Satu persatu peraih tropi dan penghargaan dibacakan, aktor terbaik diraih oleh M Irsyad dalam film sahabat tercinta, Artis terbaik Indah dalam Film Rumah Mintuo, sutradara terbaik rumah mintuo, Film Favorit sahabat dan Cinta, Film Cerita terbaik Siti Padang dan piala bergilir dari pusat pengembangan Film Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan jatuh ketangan film dokumenter perkampungan adat sijunjung.



Comments